Konsep & Metode Penghitungan Neraca Bahan Makanan (NBM)

NBM memberikan informasi tentang situasi pengadaan/ penyediaan pangan, baik yang berasal dari produksi dalam negeri, ekspor-impor dan stok serta penggunaan pangan untuk kebutuhan pakan, bibit, penggunaan untuk industri, serta informasi ketersediaan pangan untuk konsumsi penduduk suatu negara/ wilayah dalam kurun waktu tertentu. Cara perhitungan NBM adalah sebagai berikut:

1. Penyediaan (supply) :

Ps = P- St + I ? E

dimana :

Ps = total penyediaan dalam negeri

P = produksi

St = stok akhir ? stok awal

I = Impor

E = ekspor

2. Penggunaan (utilization)

Pg = Pk + Bt + Id + Tc + K

dimana :

Pg = total penggunaan

Pk = pakan

Bt = bibit

Id = industri

Tc = tercecer

K = ketersediaan bahan makanan.

Untuk komponen pakan dan tercecer dapat digunakan besaran konversi persentase terhadap penyedian dalam negeri. Ketersediaan pangan per kapita, diperoleh dari ketersediaan dibagi dengan jumlah penduduk.

©2017 - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Telp: 021-7806131, 021-7804116. Fax: 021-7806305 Telp PPID : 0821-1089-7194 (Jam 09.00 s.d 15.00 WIB setiap hari kerja)
E-mail : pusdatin@pertanian.go.id | Disclaimer